Bandung, kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan inovasi di Jawa Barat, kembali menjadi sorotan setelah kasus tindak pidana suap terkait proyek Smart City. Dalam rentang waktu September 2025 hingga Juli 2026, kasus ini menyeret sejumlah tokoh penting, termasuk mantan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. Peristiwa ini menggambarkan bagaimana proyek pembangunan kota berbasis teknologi yang seharusnya menjadi contoh pemerintahan modern justru berubah menjadi wajah korupsi yang merusak kepercayaan publik.
Proyek Bandung Smart City awalnya digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk mempercepat digitalisasi layanan publik dan meningkatkan kualitas hidup warga. Namun, di balik rencana ambisius tersebut, muncul dugaan praktik korupsi sistemik yang melibatkan pejabat tinggi. Salah satu yang paling mencolok adalah kasus yang menimpa Yana Mulyana, mantan Wali Kota Bandung yang telah bebas bersyarat pada Juni 2025 setelah menjalani hukuman 4 tahun penjara terkait suap dalam pengadaan proyek di Dinas Perhubungan Kota Bandung.
Kasus Yana Mulyana tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan KPK terhadap dugaan suap yang melibatkan sejumlah pejabat dan anggota DPRD Kota Bandung. Dalam persidangan, Yana didakwa menerima uang suap senilai Rp300 juta hingga Rp400 juta dari pelaku usaha yang terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur kota. Uang tersebut diduga diberikan agar proyek pengadaan kamera pengawas (CCTV), penerangan jalan umum (PJU), dan penerangan jalan lingkungan (PJL) dapat berjalan lancar.
Selain Yana Mulyana, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, juga menjadi tersangka dalam kasus serupa. Dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung pada 24 Juni 2025, Ema dijatuhi hukuman 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp676,75 juta. Ia diduga memberikan uang suap sebesar Rp1 miliar kepada sejumlah anggota DPRD untuk memperlancar proyek-proyek strategis, termasuk Bandung Smart City.
Perlu dicatat bahwa kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Kota Bandung. Sebelumnya, banyak kasus korupsi telah menggoyang birokrasi daerah, baik yang melibatkan pejabat tinggi maupun para anggota legislatif. Kehadiran KPK dalam investigasi kasus-kasus ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi semakin gencar dilakukan. Namun, kasus seperti ini tetap menjadi peringatan bahwa korupsi masih menjadi ancaman nyata bagi transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Kasus ini juga mengundang kritik dari masyarakat dan kalangan aktivis anti-korupsi. Banyak pihak menilai bahwa proyek-proyek besar seperti Bandung Smart City membutuhkan audit yang lebih ketat agar tidak menjadi ajang korupsi. Selain itu, diperlukan juga komitmen dari aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa setiap proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara transparan dan sesuai aturan.
Selama periode September 2025 hingga Juli 2026, kasus ini menjadi perhatian utama media dan masyarakat luas. Berbagai pihak terus mengamati perkembangan hukum terhadap para tersangka, termasuk apakah mereka akan mengajukan banding atau tidak. Sementara itu, KPK dan lembaga lainnya tetap berkomitmen untuk mengungkap fakta-fakta terkait kasus ini dan memastikan keadilan ditegakkan.
Dari segi politik, kasus ini juga membawa dampak terhadap citra partai dan figur-figur yang terlibat. Bagi Yana Mulyana, meskipun ia sudah bebas bersyarat, reputasinya sebagai pemimpin yang bersih dan transparan tercoreng. Hal serupa juga dialami oleh Ema Sumarna, yang kini harus menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya.
Secara keseluruhan, kasus tindak pidana suap terkait proyek Smart City di Bandung menjadi contoh nyata betapa pentingnya pengawasan dan kontrol terhadap penggunaan dana publik. Proyek-proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat seharusnya menjadi sarana untuk membangun kota yang lebih maju, bukan alat untuk menyalahgunakan kekuasaan. Dengan demikian, upaya pemberantasan korupsi harus terus diperkuat, tidak hanya melalui hukuman, tetapi juga melalui reformasi sistem dan budaya kerja yang lebih baik.
